Pemberdayaan Kelompok Dasawisma dalam Meningkatkan Kemandirian Keluarga Melalui Semangat Kemerdekaan

Authors

  • Lilis Whyuni Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning
  • Dewi Jannah Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning

DOI:

https://doi.org/10.59059/jpmis.v3i2.2924

Keywords:

Community Organizing, Dasawisma, Empowerment, Family Independence, Participatory

Abstract

Dasawisma groups have strategic potential in supporting family independence, but have not been optimally empowered. This Community Service activity aims to strengthen Dasawisma's capacity as agents of social change in enhancing family independence through the internalization of independence spirit values. The method used was a participatory and educational community organizing approach, implemented at Dasawisma Asoka RT.007, Bukit Timah Sub-district, Dumai City, on August 10, 2024. Activities included interactive material delivery, group discussions, work program preparation simulations, and reflective evaluations. The results showed increased understanding among Dasawisma members regarding their strategic roles, emergence of initiative and self-confidence, ability to formulate solutions based on local potential, and formation of more structured cooperation patterns and emergence of local mobilizer figures. The participatory approach based on independence values proved effective in driving Dasawisma's transformation from administrative implementers to subjects of independent and sustainable family and community development.

References

Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. Intermediate Technology Publications.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dwiyanto, A. (2006). Mewujudkan good governance melalui pelayanan publik. Gadjah Mada University Press.

Giddens, A. (2018). The consequences of modernity. Stanford University Press.

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.

Handayani, S., & Sulistyorini, R. (2017). Pemberdayaan kelembagaan lokal perempuan dalam pembangunan berbasis masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 21(2), 112–123.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2019). Pedoman umum pemberdayaan perempuan berbasis keluarga. KPPPA RI.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2021). Panduan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat perguruan tinggi. Kemendikbudristek.

Mulyana, D. (2008). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Remaja Rosdakarya.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.

Rachmawati, I. (2015). Strategi komunikasi dalam pemberdayaan masyarakat. Jurnal Komunikasi, 9(1), 55–67.

Soetomo. (2011). Pemberdayaan masyarakat: Mungkinkah muncul antitesisnya? Pustaka Pelajar.

Suharto, E. (2014). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat: Kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial. Refika Aditama.

Sumodiningrat, G. (2000). Pemberdayaan masyarakat dan jaring pengaman sosial. Gramedia Pustaka Utama.

Sutisna, A. (2019). Komunikasi partisipatif dalam pengembangan masyarakat. Jurnal Administrasi Publik, 13(1), 88–97.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development (12th ed.). Pearson Education.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. (2009).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. (2014).

Winarni, R. (2016). Dasawisma sebagai pilar pemberdayaan perempuan di lingkungan RT. Jurnal Pemberdayaan Komunitas, 4(2), 67–75.

World Bank. (2002). Empowerment and poverty reduction: A sourcebook. World Bank.

World Health Organization. (2008). Primary health care: Now more than ever. WHO Press.

Downloads

Published

2024-06-30

How to Cite

Lilis Whyuni, & Dewi Jannah. (2024). Pemberdayaan Kelompok Dasawisma dalam Meningkatkan Kemandirian Keluarga Melalui Semangat Kemerdekaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera, 3(2), 104–112. https://doi.org/10.59059/jpmis.v3i2.2924