Provisioning for Strengthening the Main Program of Dasawisma Asoka RT 07, Bukit Timah Subdistrict

Authors

  • Dila Erlianti Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning
  • Pertiwi Sidrat Almuntaha Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning
  • Yolanda Devina Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning

DOI:

https://doi.org/10.59059/jpmis.v2i4.2931

Keywords:

Community Empowerment, Community Service, Dasawisma, Family Health, PKK

Abstract

This community service activity aims to improve the understanding and capacity of Dasawisma members in implementing the core Dasawisma programs as an effort to support family health development and community-based empowerment. The activity was conducted at Dasawisma Asoka RT 07, Bukit Timah Sub-district, Dumai Selatan District, Dumai City. The methods used included lectures, simulations, and discussion sessions tailored to the characteristics of adult learners and community practitioners. The results showed an increase in participants' understanding of the roles, functions, and importance of the core Dasawisma programs. Participants demonstrated high enthusiasm and active participation throughout the activity and were able to identify challenges and needs in implementing Dasawisma activities in their neighborhood. This activity contributed positively to strengthening the role of Dasawisma as a frontline community institution in supporting family health programs, environmental cleanliness, and social welfare at the neighborhood level. Continuous assistance is recommended to ensure that the knowledge gained can be consistently implemented and generate sustainable impacts for the community.

References

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Masyarakat melalui Gerakan PKK. Kemendagri RI.

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2019). Pedoman umum gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Kemendagri RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Pedoman penyelenggaraan pos kesehatan kelurahan (Poskeskel). Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Upaya kesehatan bersumber daya masyarakat. Kemenkes RI.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2020). Pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat berbasis gender. KPPPA RI.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Prasetyo, A., & Lestari, D. (2021). Peran Dasawisma dalam pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis UMKM. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 6(2), 85–97.

Rachmawati, E., & Fitriani, N. (2021). Optimalisasi peran kader Dasawisma dalam pelaksanaan program PKK. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 10(1), 55–66.

Sulastri, R., & Rahmawati, I. (2020). Penguatan kapasitas kelembagaan Dasawisma dalam pembangunan berbasis keluarga. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(3), 201–210. https://doi.org/10.24198/kumawula.v3i2.25357

Suryani, L., & Wahyuni, S. (2020). Kontribusi Dasawisma terhadap perilaku hidup bersih dan sehat keluarga. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 143–152.

Susanti, D., & Hidayat, R. (2019). Peran kader kesehatan dalam mendukung upaya kesehatan berbasis masyarakat. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 7(1), 23–34. https://doi.org/10.47522/jmm.v1i1.10

Widodo, S., & Mulyani, T. (2018). Tantangan implementasi program Dasawisma di tingkat rukun tetangga. Jurnal Sosial dan Humaniora, 9(2), 118–129.

Widyastuti, A., & Handayani, E. (2019). Penguatan kelembagaan Dasawisma dalam pendataan dan kesejahteraan keluarga. Jurnal PKK dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(1), 1–12.

World Health Organization. (2016). Framework on integrated, people-centred health services. WHO Press.

Downloads

Published

2023-12-30

How to Cite

Dila Erlianti, Pertiwi Sidrat Almuntaha, & Yolanda Devina. (2023). Provisioning for Strengthening the Main Program of Dasawisma Asoka RT 07, Bukit Timah Subdistrict. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera, 2(4), 131–137. https://doi.org/10.59059/jpmis.v2i4.2931