Literasi Golongan Obat dan Pencegahan Resistensi Antibiotik Berbasis Prinsip DAGUSIBU: Pengalaman Pengabdian Masyarakat di Desa Andeposandu
DOI:
https://doi.org/10.59059/jpmis.v5i3.3421Keywords:
Antimicrobial Resistance, Community Service, DAGUSIBU, Drug Classification, Self-MedicationAbstract
Praktik penggunaan antibiotik tanpa indikasi medis yang jelas masih umum terjadi di banyak daerah pedesaan di Indonesia, termasuk desa Andeposandu, dan menjadi pintu gerbang bagi perkembangan resistensi antimikroba. Artikel ini melaporkan implementasi program pendidikan kesehatan yang mencakup tiga topik utama klasifikasi obat, prinsip DAGUSIBU (cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar), dan bahaya resistensi antibiotik yang diselenggarakan oleh Kelompok 47 Program Pengabdian Masyarakat (KKN) Universitas Sembilan bulan November untuk warga Desa Andeposandu. Kegiatan ini dirancang sebagai sesi pendidikan tatap muka yang didukung oleh slide presentasi dan dikombinasikan dengan sesi tanya jawab dua arah, mengikuti model yang telah terbukti efektif dalam berbagai program pengabdian masyarakat serupa. Partisipasi warga tinggi, sebagaimana tercermin dari banyaknya pertanyaan mengenai cara membedakan antara obat bebas dan obat resep, batas aman penggunaan antibiotik, dan cara membuang sisa obat. Setelah sesi edukasi, terjadi perubahan pemahaman peserta ke arah pemahaman yang lebih akurat tentang kapan antibiotik dapat digunakan dan kapan antibiotik harus dihindari.
References
Anisawati, A., Isma, F., La Tansa, I., Hanifah, R., Diana, R. N., & Santoso, A. P. A. (2021). Pengaruh komunikasi tenaga farmasi dalam upaya peningkatan pemahaman lansia terhadap DAGUSIBU obat (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) di Desa Kopen Kabupaten Boyolali. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 3(2), 126–137. https://doi.org/10.33759/jrki.v3i2.135
Azzahra, A. L., & Nadjib, M. (2026). Hubungan faktor sosial dan akses pelayanan kesehatan terhadap swamedikasi antibiotik pada masyarakat: Literature review. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 15(3), 325–335. https://doi.org/10.33221/jikm.v15i03.4559
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 28 Tahun 2018 tentang pedoman pengelolaan obat di apotek.
Febriani, C., Aryzki, S., Rohama, & Safitri, R. (2024). Pengaruh pemberian edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) obat antibiotik di Desa Tangkahen Kalimantan Tengah. Jurnal Surya Medika (JSM), 10(1), 265–271. https://doi.org/10.33084/jsm.v10i1.7208
Gashaw, T., Yadeta, T. A., Weldegebreal, F., Demissie, L., Jambo, A., & Assefa, N. (2025). The global prevalence of antibiotic self-medication among the adult population: A systematic review and meta-analysis. Systematic Reviews, 14, 49. https://doi.org/10.1186/s13643-025-02783-6
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2015 tentang program pengendalian resistensi antimikroba.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di puskesmas.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023: Penggunaan antimikroba (antibiotik) tanpa resep dokter. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Kurniawan, A., Mahbub, K., Prasetyo, E. B., Zakki, M., Shofaro, M., Ariqoh, S. H., Nugroho, W. D., & Jamiyatin, F. (2025). Edukasi obat yang benar metode DAGUSIBU pada kelompok lansia di Bendan Kergon Kota Pekalongan. Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora, 5(4), 192–199. https://doi.org/10.29303/darmadiksani.v5i4
Limato, R., Lazarus, G., Dernison, P., Mudia, M., Alamanda, M., Nelwan, E. J., & Hamers, R. L. (2022). Optimizing antibiotic use in Indonesia: A systematic review and evidence synthesis to inform opportunities for intervention. The Lancet Regional Health – Southeast Asia, 2, 100013. https://doi.org/10.1016/j.lansea.2022.05.002
Oktresia, E. E., & Gemantari, B. M. (2024). The influence of DAGUSIBU education on the knowledge of Dasan Borok Village cadres. Jurnal Farmasi & Sains Indonesia, 7(1), 51–55. https://doi.org/10.52216/jfsi.vol7no1p51-55
Pratiwi, A. I., Wiyono, W. I., & Jayanto, I. (2020). Pengetahuan dan penggunaan antibiotik secara swamedikasi pada masyarakat Kota Tomohon. Jurnal Biomedik, 12(3), 176–185.
Ramadhiani, A. R. (2023). Pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) obat di Desa Kerujon. Majalah Farmaseutik, 19(1). https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v19i1.73424
Wahyunita, S., Nazarudin, M., & Sidiq, N. M. (2023). Edukasi “DAGUSIBU” (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang Obat) dalam meningkatkan kepedulian penggunaan obat secara rasional di masyarakat. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 4(3), 585–591. https://doi.org/10.33474/jp2m.v4i3.20555
Zulbayu, L. O. M. A., Nasir, N. H., Awaliyah, N. H., & Juliansyah, R. (2021). Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) obat di Desa Puasana, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 2(2), 40–45. https://doi.org/10.35311/jmpm.v2i2.29
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









