Dilema Legalitas dan Kriminalisasi Penambang Rakyat: Perjuangan Aliansi Tambang Rakyat Bangka dalam Menuntut Kepastian Hukum di Wilayah Pertambangan Rakyat

Authors

  • Yopi Ardiansyah Universutas Bangka Belitung
  • Meydilah Ayu Nafisah Universutas Bangka Belitung
  • Vera Ayu Lestari Universutas Bangka Belitung
  • Ade Saputra Dinata Universutas Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.59059/mandub.v4i2.3027

Keywords:

Criminalization, Natural Resource Politics, Permit Centralization, Social Movement

Abstract

Bangka Belitung Islands Province as the largest tin producer faces legality dilemmas and criminalization of artisanal miners due to permit centralization through Law Number 3 of 2020. This study aims to analyze the impact of centralization on artisanal miners' legal access, criminalization practices under Article 158 of the Mineral and Coal Law, and the form of Bangka Artisanal Miners Alliance (ATRB) struggle demanding legal certainty. The research employs qualitative case study approach with data collection techniques through literature study and document analysis of regulations, court decisions, and media reports. Findings show centralization narrows legal access causing slow and bureaucratic process for Artisanal Mining Area (WPR) designation and Artisanal Mining Permit (IPR) issuance. Criminalization practices more frequently affect small-scale miners major actors, creating injustice perceptions and worsening socio-economic conditions of mining households. ATRB emerges as a social movement demanding legal recognition through accelerated WPR and IPR plus economic redistribution through fair tin trade governance. Non-transparent royalty management reaching Rp1.7 trillion worsens community vulnerability. This research contributes to social movement and natural resource politics studies by emphasizing the importance of participatory legalization and governance reform to reduce social conflict.

References

Aryanto, B. (2021). Menggagas model fast-track legislation dalam sistem pembentukan undang-undang di Indonesia. Jurnal RechtsVinding, 10(2), 187–205. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v10i2.703

Babel, A. N. (2025). Aksi demonstrasi di Kantor PT Timah Babel.

Bryant, R. L., & Bailey, S. (1997). Third world political ecology. Routledge.

Charles, T. (2004). Social movements, 1768–2004. Paradigm Publishers.

Della Porta, D., & Diani, M. (2020). Social movements: An introduction (3rd ed.). Wiley-Blackwell.

Elvia, E. (2026). Ini empat tuntutan Aliansi Masyarakat Penambang saat unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Babel. Antara Babel. https://babel.antaranews.com/berita/537235/ini-empat-tuntutan-aliansi-masyarakat-penambang-saat-unjuk-rasa-di-depan-kantor-gubernur-babel

Erman, E. (2010). Aktor, akses dan politik lingkungan di pertambangan timah Bangka. LIPI Press.

Firsantara, A., & Hikmah, F. (2024). Analisis urgensitas pembentukan wilayah pertambangan rakyat dalam mengatasi permasalahan tambang timah tanpa izin di laut dan pesisir di Bangka Belitung Armitran. PROGRESIF: Jurnal Hukum, 1, 82–99.

Hidayat, I., Moonti, R. M., & Ahmad, I. (2025). Strategi penegakan hukum pidana terhadap pelaku tambang batu hitam ilegal di wilayah Suwawa. Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia, 2(3), 247–263.

Leirissa, R. Z. (2004). Charles Tilly dan studi tentang revolusi. Jurnal Sejarah, 6(1).

Manalu, D. (2007). Gerakan sosial dan perubahan kebijakan publik: Kasus perlawanan masyarakat Batak vs PT Inti Indorayon Utama di Porsea, Sumatera Utara. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 18(1), 27–50. https://doi.org/10.22146/jp.12066

McCarthy, J. D., & Zald, M. N. (1977). Resource mobilization and social movements: A partial theory. American Journal of Sociology, 82(6), 1212–1241. https://doi.org/10.1086/226464

Melati, B., & Sastra, B. (2025). Penegakan hukum pidana terhadap pertambangan emas ilegal (Studi Putusan No. 153/Pid.Sus/2023/PN.Mdl). Jurnal Hukum Bisnis, 13(2), 1–13. https://doi.org/10.47709/jhb.v13i02.3657

Melati, X. M., & Panjaitan, B. S. (2022). Penegakan hukum pidana terhadap pertambangan emas ilegal (Studi Putusan No. 153/Pid.Sus/2023/PN.Mdl). Indonesian Journal of Law and Economics Review, 14(3), 6–14.

Peluso, N. L., & Ribot, J. C. (2003). A theory of access. Rural Sociology, 68(2), 153–181. https://doi.org/10.1111/j.1549-0831.2003.tb00133.x

Safarudin, R., Zulfamanna, Z., Kustati, M., & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian kualitatif. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(2), 9680–9694.

Sanawiah, & Istani. (2022). Penegakan hukum pertambangan tanpa izin berbasis transendental. Satya Dharma: Jurnal Ilmu Hukum, 5(1), 27–39.

Saputra, M. E. (2024). Illegal access dalam aktivitas tambang inkonvensional di Desa Baturusa Kabupaten Bangka. Jurnal Studi Inovasi, 4(3), 1–10. https://doi.org/10.52000/jsi.v4i3.165

Tarrow, S. G. (2011). Power in movement: Social movements and contentious politics (3rd ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511973529

Tilly, C., & Tarrow, S. (2015). Contentious politics (2nd ed.). Oxford University Press.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. (2020). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 147. Pemerintah Republik Indonesia.

Waruwu, M. (2024). Pendekatan penelitian kualitatif: Konsep, prosedur, kelebihan dan peran di bidang pendidikan. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 5(2), 198–211. https://doi.org/10.59698/afeksi.v5i2.236

Widyawati Boediningsih, & Tjoe Kang Long. (2023). Konflik dalam penerapan hukum pengelolaan sumber daya alam pertambangan mineral dan batubara tanpa izin pada skala kecil. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, 1(4), 255–266. https://doi.org/10.59246/aladalah.v1i4.603

Yulianti, B., Bani, B., & Albana. (2020). Analisa pertambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jurnal Ekonomi, 22(1), 54–62.

Zulkodri, M. (2025). Aksi penambang Bangka Belitung memanas di Kantor PT Timah, polisi tembakkan gas air mata. Bangka Pos. https://bangka.tribunnews.com/lokal/1665395/aksi-penambang-bangka-belitung-memanas-di-kantor-pt-timah-polisi-tembakkan-gas-air-mata

Downloads

Published

2026-06-11

How to Cite

Yopi Ardiansyah, Meydilah Ayu Nafisah, Vera Ayu Lestari, & Ade Saputra Dinata. (2026). Dilema Legalitas dan Kriminalisasi Penambang Rakyat: Perjuangan Aliansi Tambang Rakyat Bangka dalam Menuntut Kepastian Hukum di Wilayah Pertambangan Rakyat. Mandub : Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora, 4(2), 01–16. https://doi.org/10.59059/mandub.v4i2.3027

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.