Perlindungan Hukum terhadap Notaris Akibat dari Ketidakpatuhan dalam Menerapkan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa

Authors

  • Agnes Ribka Papilaya Universitas Jayabaya
  • Wira Franciska Universitas Jayabaya
  • Erny Kencanawati Universitas Jayabaya

DOI:

https://doi.org/10.59059/mutiara.v4i3.3378

Keywords:

Authentic Deed, Know Your Customer Principle, Legal Liability, Legal Protection, Notary

Abstract

This study analyzes the legal consequences of notaries’ non-compliance with the Know Your Customer Principle and the forms of legal protection available to notaries for consequences arising from such non-compliance. The research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, analytical, and case approaches. The legal materials consist of primary, secondary, and tertiary sources collected through identification, inventory, classification, and literature review, and analyzed using grammatical and systematic interpretation as well as analogy and legal refinement. The case analysis focuses on Supreme Court Decision No. 2281 K/Pdt/2017, Supreme Court Decision No. 68 K/PID/2019, and Gianyar District Court Decision No. 259/Pdt.G/2020/PN Gin. The findings show that non-compliance may result in the alteration or termination of legal status and legal relationships, loss of the binding force of notarial deeds, and administrative, civil, criminal, and professional ethical liability. Legal protection for notaries is not absolute but depends on the scope of authority, good faith, degree of fault, and causal relationship between the notary’s conduct and the legal consequences arising from it.

References

Adjie, H. (2013). Sanksi perdata dan administratif terhadap notaris sebagai pejabat publik. Refika Aditama.

Adjie, H. (2015). Penafsiran tematik hukum notaris Indonesia: Berdasarkan UU No. 2 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 30 Tahun 2004 tentang jabatan notaris. Refika Aditama.

Amalia, N. (2023). Kewajiban pemantauan transaksi pengguna jasa oleh notaris sebagai upaya pencegahan TPPU [Tesis magister, Universitas Hasanuddin].

Amalia, N., Muchtar, S., & Arisaputra, M. I. (2024). Kewajiban pemantauan transaksi pengguna jasa oleh notaris sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Jurnal Ilmiah Advokasi, 12(1), 166–179. https://doi.org/10.36987/jiad.v12i1.4497

Anshori, A. G. (2009). Lembaga kenotariatan Indonesia: Perspektif hukum dan etika. UII Press.

Aulia, N., Nurikah, N., & Rayhan, A. (2026). Procedures for oversight by the Regional Supervisory Board regarding administrative violations under the Notary Public Act in Serang Regency. Custodia: Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry, 1(4), 416–424. https://doi.org/10.65310/ej26tq18

Bitu, S. G. (2024). Prinsip mengenali pengguna jasa oleh notaris melalui formulir customer due diligence dalam pencegahan tindak pidana pencucian uang di Kota Yogyakarta [Tesis magister, Universitas Gadjah Mada].

Erliyani, R., & Hamdan, S. R. (2020). Akta notaris dalam pembuktian perkara perdata dan perkembangan cyber notary. Dialektika.

Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia. Bina Ilmu.

Hidayat, F., & Ihsan, I. (2026). Regulating artificial intelligence liability in Indonesia: A normative analysis of accountability in autonomous decision-making systems. Lex Recta: Journal of Law and Normative Justice, 1(1), 1–10. https://sovereignresearch.org/lex-recta/article/view/46

Ilham, R., Danil, E., & Yoserwan. (2020). Penerapan prinsip mengenali pengguna jasa oleh notaris dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Unes Journal of Swara Justisia, 3(4), 390–402. https://www.swarajustisia.unespadang.ac.id/UJSJ/article/view/126

Kelsen, H. (1967). Pure theory of law (M. Knight, Trans.). University of California Press.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2017). Putusan Mahkamah Agung Nomor 2281 K/Pdt/2017.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2019). Putusan Mahkamah Agung Nomor 68 K/PID/2019.

Mandala, M. M. (2021). Prinsip mengenali pengguna jasa bagi notaris menurut Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 9 Tahun 2017. Officium Notarium, 1(2), 317–326. https://doi.org/10.20885/JON.vol1.iss2.art11

Mappasessu, M., & Erniati, E. (2026). Constitutionalism and democratic backsliding: A normative analysis of contemporary governance trends. Iustitia: Journal of Legal Theory, Politics, and International Relations, 1(1), 1–10. https://sovereignresearch.org/iustitia/article/view/26

Maula, A. S., & Hardana, A. (2026). Reconceptualizing legal protection against deepfake technology: A normative analysis of privacy, personality rights, and digital evidence. Lex Recta: Journal of Law and Normative Justice, 1(2), 37–48. https://sovereignresearch.org/lex-recta/article/view/162

Nabilla, Z., & Maula, A. S. (2026). The regulation of digital platforms and freedom of expression in Indonesia’s constitutional system. Iustitia: Journal of Legal Theory, Politics, and International Relations, 1(2), 57–71. https://sovereignresearch.org/iustitia/article/view/57

Nurhayati, I. (2023). Pelaksanaan prinsip mengenali pengguna jasa dalam Permenkumham No. 9 Tahun 2017 dan prinsip kehati-hatian notaris serta implikasi hukumnya [Tesis magister, Universitas Jenderal Soedirman].

Pengadilan Negeri Gianyar. (2020). Putusan Pengadilan Negeri Gianyar Nomor 259/Pdt.G/2020/PN Gin. Ketiga putusan tersebut merupakan objek kasus utama penelitian.

Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2017 tentang Penerapan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa bagi Notaris.

Permatasari, M. (2017). Penerapan prinsip mengenali pengguna jasa oleh notaris sebagai pihak pelapor terhadap transaksi keuangan yang mencurigakan dalam tindak pidana pencucian uang [Tesis magister, Universitas Gadjah Mada].

Pramudita, S. A. E., & Fadhlulloh, Q. H. (2026). The evolution of international human rights norms: A doctrinal study of United Nations legal instruments. Iustitia: Journal of Legal Theory, Politics, and International Relations, 1(1), 11–23. https://sovereignresearch.org/iustitia/article/view/27

Pratami, B. D. (2025). Penerapan prinsip mengenali pengguna jasa oleh notaris dalam pencegahan tindak pidana pencucian uang. AML/CFT Journal: The Journal of Anti Money Laundering and Countering the Financing of Terrorism, 4(1), 13–29. https://doi.org/10.59593/amlcft.2025.v4i1.234

Rahardjo, S. (2000). Ilmu hukum. PT Citra Aditya Bakti.

Rahma, H. F. (2018). Tanggung jawab dan akibat hukum notaris dalam identifikasi dan verifikasi pengguna jasa berdasarkan Permenkumham No. 9 Tahun 2017 [Tesis magister, Universitas Islam Indonesia].

Saputra, D. R., & Noya, M. (2026). Legal certainty in fintech regulation: A normative study of peer-to-peer lending governance in Indonesia. Lex Recta: Journal of Law and Normative Justice, 1(1), 40–49. https://sovereignresearch.org/lex-recta/article/view/50

Soeroso, R. (2017). Pengantar ilmu hukum. Sinar Grafika.

Solekah, I., Hanafi, S., Baehaqi, W., & Delano, T. (2026). The right to explanation in artificial intelligence–based decision-making: A normative perspective on due process and legal accountability. Lex Recta: Journal of Law and Normative Justice, 1(2), 74–85. https://sovereignresearch.org/lex-recta/article/view/161

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Peraturan-peraturan tersebut memang tercantum sebagai bahan hukum primer tesis.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Wahyuning A., S. (2023). Implementasi prinsip mengenali pengguna jasa oleh notaris dalam pencegahan TPPU (Studi di Kabupaten Cilacap) [Tesis magister, Universitas Gadjah Mada].

Wahyuningsih, E. (2026). Legality of deed of gift and sale and purchase of Sultan Ground land: Normative study of notary authority in special regions. Custodia: Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry, 1(3), 153–161. https://doi.org/10.65310/5bs81j28

Zakky, M. S., Asshidiqi, A., & Simarmata, A. S. H. (2026). Analisis hukum terhadap masalah pembuktian dan kesaksian dalam sengketa perdata di pengadilan. Custodia: Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry, 1(4), 218–226. https://doi.org/10.65310/08138888

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Agnes Ribka Papilaya, Wira Franciska, & Erny Kencanawati. (2026). Perlindungan Hukum terhadap Notaris Akibat dari Ketidakpatuhan dalam Menerapkan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa. Mutiara : Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah, 4(3), 383–400. https://doi.org/10.59059/mutiara.v4i3.3378

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.