Strategi Pembangunan Ekonomi Pedesaan di Daerah Tertinggal Melalui Optimalisasi Potensi Lokal, Infrastruktur Pertanian, dan Teknologi Tepat Guna

Authors

  • Putri Amirah Hajarani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Imsar Imsar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.59059/jupiekes.v3i3.2747

Keywords:

Rural Economic Development, Local Potential, Agricultural Infrastructure, Appropriate Technology (TTG), Economic Independence

Abstract

Rural economic development in underdeveloped areas requires a strategic approach that integrates local potential, agricultural infrastructure, and appropriate technology (AT) to foster inclusive and sustainable growth. This study aims to analyze rural economic development strategies through a literature review and thematic synthesis of relevant studies. The findings reveal that optimizing local potential, such as natural and socio-cultural village resources, can enhance community economic self-reliance. Strengthening agricultural infrastructure, especially the construction of farm roads, significantly improves distribution efficiency and farmer income. The application of appropriate technology in agriculture, small enterprises, education, and healthcare further accelerates economic and social transformation in rural areas. Nevertheless, challenges such as limited basic infrastructure, digital gaps, and low technological literacy require collaborative solutions. Therefore, development strategies based on local potential, functional infrastructure, and technological innovation are essential to building independent, productive, and competitive rural communities.

References

Alim, M. K. (2007). Negara Vs. Kemiskinan di Pedesaan.

Anonimous. (2015). Rancangan Awal Rencana Strategis Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Tahun 2015–2019. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. Jakarta.

Arifqi, M. M., & Junaedi, D. (2021). Pemulihan perekonomian Indonesia melalui digitalisasi UMKM berbasis syariah di masa pandemi Covid-19. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 3(2), 192–205.

Atmojo, M. E., Fridayani, H. D., Kasiwi, A. N., & Pratama, M. A. (2017). Efektivitas dana desa untuk pengembangan potensi ekonomi berbasis partisipasi masyarakat di Desa Bangunjiwo. Aristo, 5(1), 126–140.

Benita, V., Anggilia, N., Berliana, Q., & Renata, R. (2023). Strategi Pengembangan Ekonomi Pedesaan Melalui Penguatan Potensi Sumberdaya. Manivest: Jurnal Manajemen, Ekonomi, Kewirausahaan, Dan Investasi, 1(2), 32–43.

Chotimah, C., Widodo, R., & Handayani, T. (2019). Efektivitas Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Dalam Pelaksanaan Pembangunan Desa Bululawang. Jurnal Civic Hukum, 4(2), 103–113.

Dewandaru, B., & Purnamaningsih, N. (2016). Strategi Dalam Memajukan Industri Kreatif Dan Pengembangan Ekonomi Lokal Sebagai Daya Tarik Wisata (Studi Pada Kesenian Jaranan Di Kota Kediri). Ekonika: Jurnal Ekonomi Universitas Kadiri, 1(2).

Garna, J. (1993). Masyarakat Baduy di Banten. Dalam Koentjaraningrat (Ed.), Masyarakat Terasing di Indonesia (hlm. 1–...). Jakarta: Depsos RI, Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial, dan Gramedia.

Kancana, S. (2011). Scenario planning sebagai alat formulasi strategi. Jurnal Administrasi Bisnis, 8(2), 1–9.

Kurniawan, B. (2015). Desa Mandiri, Desa Membangun. Jakarta: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Mulyadi, K. D. (2023). Integrasi strategi pendidikan dan kesehatan dalam penguatan fondasi ekonomi. Educatus, 1(3), 41–47.

Munaf, D. R., Suseno, T., Janu, R. I., & Badar, A. M. (2008). Peran Teknologi Tepat Guna Untuk Masyarakat Daerah Perbatasan Kasus Propinsi Kepulauan Riau. Jurnal Sosioteknologi, 7(13), 329–333.

Muthalib, A. A. (2016). Analisis Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa (Studi di Desa Wawolesea Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara). Jurnal Ekonomi, 1(1). Universitas Halu Oleo.

Putri, O. R. A., & Santoso, E. B. (2012). Pengembangan Daerah Tertinggal di Kabupaten Sampang. Jurnal Teknik ITS, 1(1), C38–C42.

Rachmawati, R. R. (2020). Smart Farming 4.0 untuk mewujudkan pertanian Indonesia maju, mandiri, dan modern. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 38(2), 137–154.

Soleh, A. (2017). Strategi pengembangan potensi desa. Jurnal Sungkai, 5(1), 32–52.

Srihidayati, G. (2022). Analisis Pengaruh Sektor Pertanian terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Wanatani, 2(1), 21–26.

Syafi’i, A., & Mertayasa, A. (2024). Penggunaan Teknologi Tepat Guna Dalam Upaya Pengembangan Ekonomi Pedesaan Dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Cakrawala Repositori IMWI, 7(2), 475–481.

Syahza, A. (2007). Model pemberdayaan masyarakat dalam upaya percepatan pembangunan ekonomi pedesaan berbasis agribisnis di daerah Riau. Penelitian Fundamental DP2M.

Syofya, H. (2017). Pengembangan Potensi Ekonomi Dalam Penguatan Daya Saing Kota Sungai Penuh. Jurnal Akuntansi dan Ekonomika, 7(2), 97–114.

Tinambunan, H. S. R. (2016). Model pemberdayaan wilayah pesisir dalam menghadapi pasar bebas masyarakat ekonomi ASEAN. Jurnal Mimbar Hukum, 28(2), 250–262.

Tobirin, T. (2013). Formalitas dan Simbolisasi Politik Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengentasan Kemiskinan di Pedesaan. Masyarakat Kebudayaan dan Politik, 26(4), 265–275.

Wahidah, N. R., Anggraini, K., & Desthiani, U. (2022). Strategi Pengembangan Daerah Tertinggal Dalam Upaya Percepatan Ekonomi Pedesaan Di Baduy Banten. Jurnal Sekretari, 9(1).

Downloads

Published

2025-08-26

How to Cite

Putri Amirah Hajarani, & Imsar Imsar. (2025). Strategi Pembangunan Ekonomi Pedesaan di Daerah Tertinggal Melalui Optimalisasi Potensi Lokal, Infrastruktur Pertanian, dan Teknologi Tepat Guna. Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi Dan Keuangan Syariah, 3(3), 123–134. https://doi.org/10.59059/jupiekes.v3i3.2747