Peluang, Tantangan, dan Harapan Otonomi Daerah Bidang Pendidikan Islam di Indonesia

Authors

  • Muhammad Khaidir Kahfi Natsir Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.59059/mandub.v4i2.3045

Keywords:

Decentralization, Education Policy, Education Quality, Islamic Education, Regional Autonomy

Abstract

This paper discusses the implementation of regional autonomy and its impact on Islamic education in Indonesia, focusing on the challenges and opportunities faced. Although educational decentralization is considered a strategic step to improve the quality of education, there are various obstacles that must be addressed, including the development of regional capacity, the availability of educational resources, and effective leadership. This study aims to explore how regional autonomy can provide flexibility in educational management while identifying issues arising from the lack of coordination between regional and central governments, especially in the management of Islamic educational institutions. The method used is a normative legal approach with descriptive analysis. The research findings indicate that despite efforts to enhance Islamic education, there remain significant gaps in funding, facilities, and educational quality compared to general education. The conclusion drawn is the need for more inclusive and responsive policy reforms to local diversity, as well as the importance of collaboration among government, society, and educational institutions to create a more equitable and quality education system.

References

Asshiddiqie, J. (2007). Pokok-pokok hukum tata negara Indonesia pasca reformasi. Buana Ilmu Populer.

Hartono, S. (1991). Politik hukum menuju satu sistem hukum nasional. Alumni.

Hasbullah. (2006). Otonomi pendidikan. Raja Grafindo Persada.

Ihsan, F. (2000). Dasar-dasar kependidikan. PT Rineka Cipta.

Machfud MD, M. (2010). Perdebatan hukum tata negara pasca amandemen konstitusi. Rajawali Press.

Marimba, A. D. (1990). Pengantar filsafat pendidikan Islam. PT Al-Ma'arif.

Mudassir, A. F., & Natsir, M. K. K. (2024). Integrasi kebijakan pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Kota Jayapura. Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 3(4), 268–292. https://doi.org/10.30640/cakrawala.v3i4.3933

Nandika, D. (2007). Pendidikan di tengah gelombang perubahan. LPES.

Natsir, M. K. K. (2024). Mewujudkan perlindungan anak yang berkelanjutan: Perspektif hak asasi manusia dalam pembentukan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016. Jurnal Juris Humanity, 3(2), 39–49. https://doi.org/10.37631/jrkhm.v3i2.65

Natsir, M. K. K. (2025). Analisis otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Jurnal Hukum dan Sosial Politik, 3(1), 141–162. https://doi.org/10.59581/jhsp-widyakarya.v3i1.4718

Natsir, M. K. K., & Nur, N. C. (2024). Sinergi antara prinsip konstitusi hijau dan praktik demokrasi hijau: Implikasi hukum untuk keberlanjutan lingkungan. Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia, 1(4), 196–209. https://doi.org/10.62383/amandemen.v1i4.821

Natsir, M. K. K., & Simanjuntak, A. J. L. P. (2024). Pengelolaan taman wisata alam ditinjau dari aspek hukum lingkungan. Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara, 2(4), 413–425. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v2i4.1792

Nizar, S. (2007). Sejarah pendidikan Islam. Kencana.

Nusawakan, D., & Natsir, M. K. K. (2025). Peran Kejaksaan Republik Indonesia dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana perdagangan orang dan tindak pidana dalam bidang ketenagakerjaan. Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial, 4(1), 84–96. https://doi.org/10.55606/jhpis.v4i1.4830

Ridwan HR. (2003). Hukum administrasi negara. UII Press.

Rosyada, D. (2007). Paradigma pendidikan demokrasi: Sebuah model pelibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. Kencana.

Trianto. (2009). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif: Konsep, landasan, dan implementasinya pada kurikulum tingkat satuan pendidikan. Kencana Prenada Media Group.

Downloads

Published

2026-06-22

How to Cite

Muhammad Khaidir Kahfi Natsir. (2026). Peluang, Tantangan, dan Harapan Otonomi Daerah Bidang Pendidikan Islam di Indonesia. Mandub : Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora, 4(2), 45–66. https://doi.org/10.59059/mandub.v4i2.3045

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.