Nikah Panikahkon pada Masyarakat Padang Lawas Utara di Tinjau dari Kompilasi Hukum Islam
DOI:
https://doi.org/10.59059/mandub.v4i2.3244Keywords:
Compilation of Islamic Law, Customary Law, Forced Marriage, Padang Lawas Utara, PanikahkonAbstract
Marriage in Islam is a sacred bond based on the mutual consent of both prospective spouses in order to establish a family characterized by sakinah, mawaddah, and rahmah. However, in customary societies, forced marriage practices are still found, one of which is the panikahkon tradition in Padang Lawas UtaraRegency. This custom is applied as a social sanction against couples considered to have violated customary norms, particularly in cases of seclusion (khalwat) and adultery, by obligating them to marry. This study aims to analyze the factors underlying the persistence of the panikahkon practice, examine the perspective of the Compilation of Islamic Law toward this tradition, and identify its social, legal, and moral impacts on the Padang Lawas Utara Utaracommunity. This research employs an empirical juridical method with a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews with customary leaders, religious leaders, community members, and documentation related to the panikahkon practice. The analysis was conducted by examining the conformity between the existing customary practice and the provisions contained in the Compilation of Islamic Law as well as Indonesian positive law. The results of the study indicate that the panikahkon practice continues to be maintained due to the strong influence of customary culture, efforts to preserve family honor, limited public understanding of the law, and the belief that marriage is a form of moral responsibility for the violations committed. From the perspective of the Compilation of Islamic Law, the panikahkon practice contradicts the fundamental principles of marriage because it is not fully based on the consent of both prospective spouses as stipulated in Articles 16 and 17 of the Compilation of Islamic Law. Furthermore, forced marriage practices have the potential to create negative impacts, including disharmony in the household, social conflict, psychological pressure, and violations of individual rights. Therefore, harmonization between customary law and Islamic law is necessary so that customary values can be preserved without neglecting the principles of justice, public welfare, and the rights of the prospective spouses in marriage.
References
Abas, M., Ali, C., Hijriani, Gussman, A. A., Anwar, U., Hasan, Z., Martha, C., Gumbira, S. W., Priyatmono, B., & Kurniawan, A. (2025). Pengantar Ilmu Hukum. PT. Nawala Gama Education.
Abiba, A. M. (2025). Kehendak Bebas Sebagai Syarat Sah Perkawinan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam:-. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(2).
Agustina, P. A., & Nelli, J. (2025). Perkawinan dalam Hukum Islam di Indonesia: Pengertian, Prinsip-Prinsip, Dasar-Dasar dan Rukun Syarat Perkawinan dalam UUP dan KHI. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(11. C), 96108.
Amrul, A., Jumadil, J., & Baskam, A. (2021). Kedudukan Kompilasi Hukum Islam dalam Penyelesaian Perkara di Pengadilan Agama: Perspektif Sistem Hukum Indonesia. Al-Azhar Islamic Law Review, 11–23.
Andriati, S. L., Sari, M., & Wulandari, W. (2022). Implementasi Perubahan Batas Usia Perkawinan Menurut UU No. 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Binamulia Hukum, 11(1), 59–68.
Anggraeni, R. R. D., & Primadianti, D. (2021). Perlindungan Hukum Pihak Istri dalam Pengajuan Khulu’ Berdasarkan Kompilasi Hukum Islam Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Mizan Journal of Islamic Law, 9(1), 101–122.
Argadinata, F. (2024). Persetujuan Perkawinan Atas Sukut (Diam) Perempuan Ketika Peminangan Dalam Pandangan Hukum Di Indonesia. AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam Dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584), 5(01), 631–643.
Asmawi, N. I., & Bakry, M. (2020). Kebebasan Perempuan dalam Memilih Calon Suami; Studi Perbandingan Antara Mazhab Syafi’i dan Hanafi. Mazahibuna, 2(2), 212–229.
Asmelinda, N., B, E., & Ainita, O. (2023). Hukum Adat Dari Tradisi Perkawinan (Uang Japuik Dan Uang Hilang) Yang Berasal Dari Daerah Padang Pariaman Sumatera Barat. Qiyas : Jurnal Hukum Islam Dan Peradilan, 8(1). https://doi.org/10.29300/qys.v8i1.10325
Bate, N. (2026). Fiqih Keluarga dalam Konstitusi Indonesia: Analisis Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Jurnal Sakato Ekasakti Law Review, 5(1), 99–114.
Hakim, M. L. (2022). Dialektika Hak Ijbar dalam Undang-Undang Perkawinan Perspektif Fiqh Sosial MA. Sahal Mahfudh. YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam, 13(2), 247–266.
Halimatussa’diyah, H., & Ari, A. W. (2021). Hukuman Pencurian pada qs. Al-Maidah Ayat 38 (Studi terhadap Pemikiran Wahbah Az-Zuhaili dan Muhammmad Syahrur). Al-Misykah: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Tafsir, 2(2), 52–65.
Hanif, H. A. (2025). Pernikahan Paksa dan Dampaknya terhadap Keutuhan Rumah Tangga dalam Perspektif Hukum Islam. SiRad: Pelita Wawasan, 105–112.
Hudafi, H. (2020). Pembentukan Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah Menurut Undang –Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Al-Hurriyah: Jurnal Hukum Islam, 5(2), 172–181.
Iman, E. E. D., Septiandani, D., & Sihotang, A. P. (2026). Pembatalan Perkawinan Akibat Paksaan (Studi Putusan No. 1671/Pdt. G/2024/PA. Sr): Annulment of Marriage due to Coercion (a Study of Decision No. 1671/pdt. G/2024/PA. Sr). Hukum Dan Masyarakat Madani, 16(1), 245–262.
Istiqla, S., Maharani, Z. B., Maulidia, A. S., Rahman, W., & Andriani, W. (2025). Dampak Pernikahan Dini dalam Keharmonisan Keluarga dan Kematangan Emosional. Jurnal Ilmiah Penalaran Dan Penelitian Mahasiswa, 7(3), 44–54.
Karso, A. J. (2025). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Tonggak Awal Penegakan Hukum di Indonesia. CV Eureka Media Aksara.
Kementerian Agama, R. I. (2019). Al-Quran dan Terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran.
Khairuddin, K. (2025). Pernikahan dalam Islam dan Relevansinya dengan Regulasi Hukum Keluarga Kontemporer. Insight: Indonesian Journal of Social, Humanity, and Education, 1(2), 72–82.
Khoiriyah, A. (2022). Pernikahan Tanpa Persetujuan Salah Satu Pihak Dalam Perspektif Hukum Perdata Dan Hukum Islam. Al-Gharra: Jurnal Ilmu Hukum Dan Hukum Islam, 1(2), 124–132.
Mahfudin, A., & Musyarrofah, S. (2019). Dampak Kawin Paksa terhadap Keharmonisan Keluarga.
Muchlis, F., Anita, K., & Riska, R. (2025). Hak Perempuan dalam Perkawinan Perspektif Mazhab Syafii dan Hambali Serta Relevansinya dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. AL-MUNTAQA: Jurnal Studi Islam Dan Bahasa Arab, 1(3), 655–676.
Muqsith, A., Hasanah, S. A., & Awaliyah, R. (2025). Hukum Mewakilkan Akad Nikah Bagi Mempelai Laki-Laki Perspektif Kompilasi Hukum Islam dan Permen Agama Nomor 20 Tahun 2019 Tentang Pencatatan Pernikahan. FENOMENA, 19(01), 14–27.
Nasution, S. M., Nasution, I., & Nasution, N. A. (2026). Tinjauan Hukum Islam terhadap Uang Mahar Perkawinan (Studi Kasus Desa Janjilobi Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas). Dirosah Islamiyah: Jurnal Studi Islam, 1(3), 290–300.
Nurhayati, N., & Paryadi, P. (2022). Dampak Nikah Paksa Karena Hak Ijbar (Studi Kasus di Kel. Teritip Balikpapan Timur). Ulumul Syar’i: Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum Dan Syariah, 11(1), 53–65.
Pakarti, M. H. A., Wahyudi, W., Ah, F., Rasyid, F. A., & Husain, H. (2025). The Construction of Islamic Law on Marriage: A Normative Study of Rights, Harmony, and Its Limits. Al-Battar: Jurnal Pamungkas Hukum, 2(2), 99–111. https://doi.org/10.63142/al-battar.v2i2.172
Pasyah, T., & Syaifuddin, M. (2025). Aspek Hukum Mitssaqan Ghalidzan dalam Mewujudkan Perkawinan Sakinah Mawaddah Warahmah. Simbur Cahaya, 307–323.
Rafli, M., & Asyuari, A. Z. M. (2023). Analisis Problematika Akad Nikah Virtual Perspektif Empat Mazhab. Syariah: Journal of Fiqh Studies, 1(2), 127–144.
Rini, Y. C. (2022). Dinamika Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Mengenai Batas Usia Minimal Perkawinan. AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum, 3(2), 79–92.
Rosidah, A., Saomin, U. H. Y., Hanafi, A. N., & Hanna, S. (2023). Hak Ijbar Pada Perempuan Dalam Perspektif Empat Mazhab. Muqarin Review: Jurnal Perbandingan Mazhab, 1(1).
Samsidar, S., & Marilang, M. (2025). Hukum Islam dalam Perkawinan di Indonesia: Telaah Sosial Budaya dan Implikasinya. EKSPOSE: Jurnal Penelitian Hukum Dan Pendidikan, 24(1), 62–80.
Sari, I., Sari, M., Rambe, R. H., Nasution, R. T., & Wahyuni, R. (2025). Adat Pernikahan Mandailing sebagai Sumber Pembelajaran Nilai-Nilai Karakter dalam Pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Humaniora Rumbio, 2(1).
Siregar, E. S. R., & Hasanah, U. (2026). Problematika Nikah Siri di Indonesia (Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Nasional). Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial Dan Politik, 3(1), 40–51. https://doi.org/10.62383/demokrasi.v3i1.1507
Supiannor, A., & Hafidzi, A. (2025). Pernikahan dalam Perspektif Hukum Positif dan Fikih Syafi’i: Analisis Komparatif Empat Aspek Dasar. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(2), 1695–1716.
Thorik, A., Sugandi, M. I., & Prasetya, F. (2025). Dinamika Perceraian di Kalangan Keluarga Muslim Indonesia dalam Perspektif Sosiologi Hukum Islam. Millatuna: Jurnal Studi Islam, 2(04), 93–108.
Toriqudin, A. M. (2022). Kawin Paksa dan Implikasinya; Studi Kasus di Desa Bugo Kabupaten Jepara. Istidal: Jurnal Studi Hukum Islam, 9(1), 1–14.
Usmayadi, U., Haslan, M. M., & Hadi, M. S. (2025). Efektivitas Awik-Awik Gubuk dalam Mencegah Terjadinya Perilaku Menyimpang (Studi Kasus pada Masyarakat Dusun Nyangget, Lombok Tengah). JURNAL PENDIDIKAN IPS, 15(4), 1248–1256.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mandub : Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





