Animisme, Dinamisme dan Islam dalam Ritual Aroha ; Kepercayaan Lokal Masyarakat Negeri Hena Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah

Authors

  • M. Syafin Soulisa Universitas Islam Negeri AM. Sangadji Ambon

DOI:

https://doi.org/10.59059/perspektif.v4i2.3479

Keywords:

Animism, Dynamism, Islam, Aroha Ritual, Cultural Acculturation

Abstract

The people of Negeri Hena Lima hold a belief system rooted in animism and dynamism, shaped through their interaction with nature and the conviction that all things possess a spirit. Prior to the arrival of Islam, they honored ancestors and unseen forces through various rituals; animism emphasized the spirit present in all beings, while dynamism highlighted the supernatural power residing in objects. Following the arrival of Islam, traditional practices persisted, including rituals honoring ancestors and spirits, which remain an integral part of their identity. The Aroha ritual, held every month of Rabiul Awal, exemplifies the adaptation between local belief and Islamic teaching. Through dhikr, prayer, and the recitation of the Barzanji, Aroha functions as a channel of social and cultural communication that strengthens communal solidarity. This study employs a descriptive-qualitative approach with an ethnographic case-study design to document this belief system and the Aroha ritual procession in detail. The findings show that this acculturation process produces continuity between old tradition and new teaching, in which traditional rituals continue to play an important role in maintaining the relationship between humans, ancestors, and nature, without contradicting the Islamic faith the community holds..

References

Abdullah, D. (2014). Musyawarah dalam Al-Qur'an (Suatu kajian tematik). Ad-Daulati, 3(2), 245.

Abdurrahman, P. R. (2008). Bunga rampai angin Portugis di Nusantara: Jejak-jejak kebudayaan Portugis di Indonesia. LIPI Press.

Akip, Y. (2008). Ammatoa (Komunitas Berbaju Hitam). Pustaka Refleksi.

Al Zagladi, H. (1987). Studi tentang masuknya Islam di Pulau Ambon [Skripsi tidak diterbitkan, IAIN Sunan Ampel Surabaya].

Al-Mishry, J. M. I. M. I. (1990). Lisan al-'Arab. Dar al-Fikr.

Azra, A. (1994). Jaringan ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara abad XVII dan XVIII. Mizan.

Bartels, D. (2017). Di bawah naungan Nunusaku: Muslim-Kristen hidup berdampingan di Maluku Tengah. Kepustakaan Populer Gramedia.

Bellah, R. N. (2000). Beyond belief: Menemukan kembali agama (Paramadina, Terj.). Paramadina.

Cooley, F. L. (1987). Mimbar dan takhta: Hubungan lembaga-lembaga keagamaan dan pemerintah di Maluku Tengah. Sinar Harapan.

Dameria, C., & Baratanata, D. S. (2021). Spiritualitas makan bersama: Interkoneksi sesama ciptaan dalam praktik pemeliharaan alam. Kenosis: Jurnal Kajian Teologi, 7(2). https://doi.org/10.37196/kenosis.v7i2.331

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1989). Kamus besar bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Djubaedy, D., dkk. (2011). Islam di Maluku: Studi perkembangan orang-orang keturunan Arab di Ambon dalam perspektif sosial budaya. LP2M IAIN Ambon.

Durkheim, E. (1964). The rules of sociological method (S. A. Solovay & J. H. Mueller, Terj.; G. E. G. Catlin, Ed.). Free Press.

Fathoni, A. (2012). Bahan ajar: Perkembangan sistem kepercayaan masyarakat Indonesia. http://ashrilfathoni.wordpress.com/2012/03/19/

Geertz, C. (1981). Abangan, santri, priyayi dalam masyarakat Jawa (A. Mahasin, Terj.). Dunia Pustaka Jaya.

Ghazali, A. M. (2011). Pengantar antropologi agama. Alfabeta.

Hafid, A. (2013). Sistem kepercayaan pada komunitas adat Kajang Desa Tanah Towa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Patanjala, 5(1). https://doi.org/10.30959/patanjala.v5i1.150

Huliselan, M. (1997). Makna dan kedudukan leluhur dalam kepercayaan (Adat) Ambon [Naskah tidak dipublikasikan].

Huliselan, M. (2012). Perdagangan internasional: Pengaruh terhadap sistem nilai budaya orang Maluku. Kapata Arkeologi, 8(1). https://doi.org/10.24832/kapata.v8i1.176

Ismail, F. (2012). Prolog. Dalam Dinamika perkembangan sistem kepercayaan lokal di Indonesia. Kementerian Agama RI, Badan Litbang dan Diklat, Puslitbang Kehidupan Keagamaan.

Ismail, R. (2020). Resolusi konflik keagamaan integratif: Studi atas resolusi konflik keagamaan Ambon. Living Islam, 3(2), 451–469. https://doi.org/10.14421/lijid.v3i2.2458

Ismail, R., Wakano, A., & Leasiwal, G. (2022). Resolusi konflik keagamaan berbasis kearifan lokal: Studi pela gandong di Ambon. Living Islam, 5(1), 93–108. https://doi.org/10.14421/lijid.v5i1.3012

Johnson, D. P. (1986). Teori sosiologi klasik dan modern (R. M. Z. Lawang, Terj.). Gramedia.

Kahmad, D. (2000). Sosiologi agama. PT Remaja Rosdakarya.

Koentjaraningrat. (1989). Ritus peralihan di Indonesia. P.N. Balai Pustaka.

Koentjaraningrat. (1993). Ritus peralihan di Indonesia. Balai Pustaka.

Koentjaraningrat. (2007). Sejarah teori antropologi I. UI-Press.

Lestari, S., & Yunita, Y. (2025). Syncretism of Islamic culture and local culture of the archipelago in strengthening community relations. Ri'ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan, 10(1), 93–103.

Manuhutu, W. (2021, 27 Desember). The Hikayat Tanah Hitu as social history of Hitu and surroundings [Makalah seminar internasional].

Pals, D. L. (2001). Seven theories of religion (A. N. Zaman, Terj.). Qalam.

Pattikayhatu, J. A. (2009). GPM dan Islam dalam lintas sejarah [Makalah seminar]. Seminar Sejarah GPM, Ambon.

Pattimahu, M. A. (2019). Dialektika agama dan budaya dalam ritual hitirima masyarakat Negeri Pelauw Maluku Tengah. Jurnal Dialektika.

Pramono, M. F. (2017). Sosiologi agama dalam konteks Indonesia. Unida Gontor Press.

Purwasita, A. (2003). Komunikasi multikultural. Muhammadiyah University Press.

Putuhena, M. S. (1995). Penyebaran agama Islam di Maluku. P3M IAIN Alauddin.

Radam, N. H. (2001). Religi Orang Bukit. Semesta.

Rumahuru, Y. Z. (2019). Wacana kekuasaan dalam ritual: Studi kasus ritual Ma'atenu di Pelauw. Dalam M. A. Pattimahu, Dialektika agama dan budaya dalam ritual hitirima masyarakat Negeri Pelauw Maluku Tengah. Jurnal Dialektika.

Saibani, B. A. (2012). Pengantar antropologi. Pustaka Setia.

Salhuteru, M. (2015). Rumah adat Baileo di Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah. Kapata Arkeologi, 11(1). https://doi.org/10.24832/kapata.v11i1.278

Shihab, Q. (2007). Ensiklopedia Al-Qur'an: Kajian kosakata. Lentera Hati.

Silahoy, I. R., dkk. (2019). Rumah tua: Memori rumah tua dan narasi pulang komunitas adat Sila. Jurnal Analisa Sosiologi.

Soulisa, M. S. (2018). Religiusitas masyarakat Islam pesisir (Studi tentang perilaku religi masyarakat Hena Lima Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah). Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah. https://doi.org/10.14421/jd.2018.19204

Susanti, L. (2018). Tradisi bakar kemenyan dalam kehidupan masyarakat Nagari Sabu Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar. JOM FISIP, 5(1).

Syahrani, N., & Zulkarnaen. (2026). Religious-cultural acculturation in decorated bathing of Muslim tradition in the Malay Community, Talawi District, Batubara Regency. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, 22(1), 209–228. https://doi.org/10.14421/rejusta.v21i01.7650

Sztompka, P. (2010). Sosiologi perubahan sosial. Prenada.

Tylor, E. B. (n.d.). Primitive culture: Research into the development of mythology, philosophy, religion, language, art and custom. Brentano's Publishers.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

M. Syafin Soulisa. (2026). Animisme, Dinamisme dan Islam dalam Ritual Aroha ; Kepercayaan Lokal Masyarakat Negeri Hena Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Perspektif : Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Bahasa, 4(2), 183–202. https://doi.org/10.59059/perspektif.v4i2.3479

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.