Analisis Putusan TUN No. 07/G/2025/PTUN.MDN Tentang Pembatalan Sertifikat Hak Milik dan Ditinjau dalam Perspektif Fiqih Siyasah

Authors

  • Rindi Apriyani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Ramadani Ramadani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

DOI:

https://doi.org/10.59059/mandub.v4i1.3371

Keywords:

Administrative Court Decision

Abstract

This study addresses legal issues surrounding the cancellation of Freehold Title (Sertifikat Hak Milik or SHM) No. 296, owned by Sarudin Purba, pursuant to the Decision of the Head of the North Sumatra Regional Office of the National Land Agency (BPN) No. 20/Pbt/BPN.12/XI/2024. This decision was subsequently challenged in the Medan Administrative Court (PTUN) under Case No. 07/G/2025/PTUN.MDN. The study aims to analyze the Plaintiff's legal position and arguments, the Defendant's legality and authority in issuing the cancellation decision, and the Medan Administrative Court's ruling from the perspective of Fiqh Siyasah (Islamic political jurisprudence). A normative legal research method was employed, examining relevant legislation, court rulings, and legal literature. Legal materials were analyzed qualitatively to gain an understanding of the issues at hand. The findings indicate that Sarudin Purba filed the lawsuit due to perceived harm resulting from the SHM cancellation and questioned the procedural validity of the decision. The Head of the North Sumatra BPN Regional Office defended the decision based on administrative authority and agrarian regulations. The Medan Administrative Court dismissed the lawsuit, ruling that the object of the dispute contained no legal defects. Viewed through the lens of Fiqh Siyasah, the dispute touches upon principles of justice (al-‘adl), trustworthiness (amanah), public interest (al-maslahah), the administration of justice (siyasah qadhaiyyah), and the protection of property (hifzh al-mal). The study underscores the importance of balancing administrative legality, the protection of public rights, and the value of justice in governance.

References

Aji, A., Hafizd, J. Z., & Arfan, A. A. (2025). Peran peradilan tata usaha negara dalam perspektif fiqh siyasah untuk mewujudkan pemerintahan yang baik. Hutanasyah: Jurnal Hukum Tata Negara, 3(2).

Al-Mawardi. (1996). Al-Ahkam al-Sultaniyyah. Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.

Amilio, F. (2025). Penerapan asas kepastian hukum dalam hukum agraria terhadap pembatalan sertifikat cacat administratif (Studi Putusan No. 81/G/2023/PTUN.SBY). Judge: Jurnal Hukum, 6(3), 684–698.

Asshiddiqie, J. (2006). Peradilan Tata Usaha Negara dan Konsep Negara Hukum. Konstitusi Press.

Asy-Syatibi, A. I. (1997). Al-Muwafaqat fi Ushul Asy-Syari'ah. Dar al-Ma'rifah.

Atallah, F., & Batubara, P. E. R. (2025). Analisis Putusan PTUN Medan Nomor 131/G/2023/PTUN Medan terkait sertifikat hak guna bangunan perspektif fiqh siyasah. QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, 4(1).

Dahlan, K., & Erliyana, A. (2023). Kedudukan peradilan administrasi negara sebagai upaya dalam mendorong terbentuknya pemerintahan yang baik. Jurnal Justisia, 6(1).

Dalimunthe, A. N., & Ramadani. (2025). Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor 115/G/2023/PTUN.MDN tentang pembatalan sertifikat hak milik perspektif fiqh siyasah. Legal Standing: Jurnal Ilmu Hukum, 9(1).

Damanik, P., dkk. (2024). Hukum Administrasi Negara: Teori, Prinsip, dan Praktik Tata Kelola Pemerintahan. PT Media Penerbit Indonesia.

Gayatrie, R. R. (2024). Pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara sertifikat hak milik antara Pengadilan PTUN Pontianak dan PTTUN Jakarta. Uniku Law Review, 2(2).

Gulau, R. A. S., Handayati, N., & Damayanti, S. S. (2025). Pertanggungjawaban Badan Pertanahan Nasional dalam penerbitan sertifikat hak milik ganda dan implikasinya terhadap kepastian hukum. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah.

Hapa, I. G. (2024). Tinjauan yuridis terhadap kepastian hukum pembatalan sertifikat hak milik atas tanah oleh PTUN. Lex Administratum, 12(5).

Hutapea, J. G. C., Rasji, & Siregar, R. A. (2025). Pembatalan sertifikat hak milik akibat sertifikat ganda dalam sengketa tata usaha negara: Studi kasus Putusan No. 273/B/2021/PT.TUN.MDN. Journal of Law, Education and Business, 3(1).

Laraswati, R. O. (n.d.). Tinjauan yuridis pembatalan sertifikat hak milik karena overlapping dalam perkara peradilan tata usaha negara. NOVUM: Jurnal Hukum.

Laurensia, C., & Djajaputra, G. (2023). Hak para pihak dalam penyelesaian sengketa sertifikat hak atas tanah tumpang tindih sebagai upaya perlindungan hukum. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(11).

Maharani, F. D., & Anggoro, T. (2024). Pembatalan Sertipikat Tanah oleh Kantor Pertanahan Tanpa Adanya Putusan Pengadilan yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap. Fakultas Hukum Universitas Galuh.

Peraturan Mahkamah Agung Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Administrasi Pemerintahan.

Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan.

Satriadiana, I. D. P. (n.d.). Analisis hukum Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Mataram Nomor 52/G/2010/PTUN.MTR terhadap pembatalan sertifikat pengganti hak milik atas tanah. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 5(2).

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. RajaGrafindo Persada.

Suhardin, Y., & Simanjuntak, G. R. (2024). Quo vadis keadilan sebagai kebajikan utama dalam penegakan hukum di Indonesia. Jurnal Hukum Justice, 11(1).

Suniaprily, F. G. A., Zaelani, M. A., & Vardani, E. N. (2024). Analisa hukum administrasi unsur penyalahgunaan wewenang yang dilakukan pejabat ditinjau dari kompetensi Peradilan Tata Usaha Negara. Jurnal Fakta Hukum, 3(1).

Syarif, I., & Zada, K. (2008). Fiqih Siyasah: Doktrin dan Pemikiran Politik Islam. Erlangga.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009.

Downloads

Published

2025-03-31

How to Cite

Rindi Apriyani, & Ramadani Ramadani. (2025). Analisis Putusan TUN No. 07/G/2025/PTUN.MDN Tentang Pembatalan Sertifikat Hak Milik dan Ditinjau dalam Perspektif Fiqih Siyasah. Mandub : Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora, 4(1), 93–108. https://doi.org/10.59059/mandub.v4i1.3371

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.